6 Tujuan Kebijakan Ekonomi Moneter Dalam Suatu Negara

Ekonomi Moneter adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari mengenai sifat, fungsi dan pengaruh uang dalam kegiatan perekonomian. Ekonomi moneter memegang peranan penting dalam pengambilan kebijakan bagi suatu negara dalam mengatur persediaan uang suatu negara demi menjaga beberapa hal berikut ini antara lain menahan laju inflasi, menstandarisasikan bunga pinjaman bank, memberikan kesejahteraan bagi pegawai negeri dan lain sebagainya.

Keynes dalam bukunya yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money”, 1936 menyebutkan bahwa mekanisme pasar tidak secara otomatis menciptakan Full Employment dalam perekonomian, untuk itu dibutuhkan campur tangan pemerintah. Keynes juga menegaskan pentingnya kebijakan stabilitas harga. Instabilitas harga akan mengakibatkan investor merasa dirugikan pada saat terjadi inflasi serta pengusaha dan pekerja akan dirugikan saat terjadi deflasi. Oleh karena itu diperlukan kebijakan stabilitas harga oleh Pemerintah.

Secara garis besar, tujuan ekonomi moneter dalam proses pengambilan kebijakan suatu negara adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan geliat usaha yang terus meningkat dan meningkatnya kesempatan kerja. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Menjaga stabilitas ekonomi

Stabilitas ekonomi akan tercapai apabila keadaan perekonomian berjalan sesuai harapan, terkendali dan berkesinambungan. Artinya pertumbuhan jumlah uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan barang dan jasa yang tersedia

  1. Menjaga stabilitas harga

Interaksi jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Fluktuasi harga yang naik dan turun dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung menunjukkan tren meningkat secara terus menerus maka masyarakat akan membelanjakan semua uangnya sehingga mengakibatkan terjadinya inflasi. Hal ini yang seharusnya dapat dihindari.

  1. Meningkatkan kesempatan kerja

Jika jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian dikatakan stabil. Dalam keadaan ekonomi stabil akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya yang memungkinkan adanya perluasan usaha yang berimbas kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Sehingga kesempatan kerja bagi masyarakat akan meningkat.

  1. Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran

Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Apabila negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, harga barang ekspor menjadi lebih murah, sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

  1. Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran

Ekonomi moneter mengatur arus jalannya jumlah uang yang beredar di masyarakat, sehingga secara otomatis membantu peredaran mata uang sebagai medium of exchange.

  1. Mempengaruhi likuiditas

Kebijakan moneter merupakan upaya mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan tetap mempertahankan stabilitas harga. Pengendalian moneter yang baik juga mempengaruhi distribusi likuiditas terhadap pelaku-pelaku perekonomian, sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

  1. Mempengaruhi sumber pendapatan

Melalui kebijakan ekonomi moneter, pemerintah dapat menaikkan rasio cadangan kas minimum sehingga sumber pendapatan yang tidak optimal dapat tertutupi. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.

Contoh Kebijakan Moneter Kuantitatif

Berikut adalah beberapa contoh Kebijakan Moneter Kuantitatif, antara lain :

  1. Operasi Pasar Terbuka

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara memperjualbelikan surat berharga dan obligasi pemerintah. Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar, maka Pemerintah akan membeli surat berharga. Akan tetapi bila iugin mengurangi jumlah uang yang beredar, maka Pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat.  Agar operasi pasar terbuka dapat berjalan dengan baik maka ada beberapa kondisi perekonomian yang harus di antisipasi yaitu bank umum tidak memiliki kelebihan cadangan minumum dan tersedia cukup banyak surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat agar inflasi turun. Bila masyarakat membeli surat berharga dari Pemerintah, jumlah uang yang beredar akan berkurang diiringi dengan turunnya inflasi. Dan sebaliknya Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat, melakukan kebijakan easy money policy, sehingga investasi naik. Investasi naik akan mengakibatkan kondusifnya perekonomian sehingga menaikkan pertumbuhan ekonomi.

  1. Politik diskonto

Politik diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga bank sentral pada bank umum, dalam rangka memperlancar likuiditas. Bank sentral dalam menjalankan pengawasannya terhadap bank umum, dapat mengubah tingkat suku bunga yang berlaku. Bila kegiatan ekonomi masih di bawah taraf yang diharapkan, maka bank sentral dapat menurunkan tingkat suku bunga sehingga masyarakat bisa melakukan pinjaman sekaligus berinvestasi. Begitupun sebaliknya, bila bank sentral ingin membatasi kegiatan ekonomi, maka Pemerintah dapat menaikkan suku bunga sehingga masyarakat dapat menabung dan jumlah uang yang beredar bisa berkurang.

  1. Rasio Cadangan Wajib

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Jika ingin menambah jumlah uang, Pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib, sementara jika ingin menurunkan jumlah uang beredar, Pemerintah menaikkan rasio.

Contoh Kebijakan Moneter Kualitatif

  1. Pemberian Kredit yang Selektif

Pemberian kredit secara selektif atau politik pagu kredit artinya kebijakan untuk memperketat atau mempermudah dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat. Pemerintah melalui bank sentral akan meminta kepada bank untuk membatasi atau mengurangi jumlah kredit kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya inflasi atau kredit macet. Sebaliknya jika perekonomian bertumbuh dengan baik dan perlu penambahan investasi maka pemerintah akan mengambil kebijakan terkait agar bank dapat mempermudah dan memperbanyak platform kreditnya agar konsumsi dan investasi masyarakat meningkat.

  1. Himbauan Moral

Ketika instrumen kebijakan kuantitatif tidak berjalan dengan baik, maka Pemerintah akan mencoba melakukan himbauan moral untuk mempengaruhi kebijakan bank umum dalam perkreditan. Biasanya pemerintah akan mengadakan pertemuan yang membahas kondisi dan problem yang tengah dihadapi serta kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh dan meminta bank umum untuk bekerjasama mensukseskan kebijakan-kebijakan tersebut.

Akan tetapi, kebijakan moneter di negara berkembang pada khususnya memiliki keterbatasan yang antara lain disebabkan sempitnya ruang lingkup pasar uang, banyaknya lembaga-lembaga keuangan non bank yang beroperasi, banyaknya bank umum yang mempunyai kelebihan dana serta banyaknya bank-bank asing yang justru mendapatkan kemudahan sehingga terhindar dari kebijakan moneter.

Meskipun begitu, kebijakan ekonomi moneter tetap memiliki peranan penting dalam mengatur perekonomian suatu negara, khususnya dalam mengatasi inflasi.

 

Sumber: http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/moneter/tujuan-kebijakan-ekonomi-moneter

 
error: