Kewajiban Pembayaran dan Masa Berlaku Kontrak

 

Sepintas keduanya tidak ada hubungan apapun. Namun praktiknya banyak kejadian dimana pemilik mensyaratkan bahwa harus ada kontrak yang masa pelaksanaannya masih berlaku. Jadi kira-kira ini masuk problem lack of knowledge lagi, benar kan?

 Kewajiban Para Pihak dan Masa Berlaku Kontrak

Dalam berbagai referensi, disebutkan bahwa kedua pihak yang berkontrak memiliki hak dan kewajiban yang diatur dalam kontrak. Pihak Pertama (Pemilik Proyek) memiliki kewajiban utama yaitu membayar pihak Kedua atas sejumlah prestasi pekerjaan yang menjadi haknya. Sedangkan kewajiban pihak Kedua adalah melaksanakan pekerjaan sesuai lingkup kontrak dalam waktu yang telah ditentukan dalam kontrak. Ini garis besar hak dan kewajiban kontrak.

Dalam hal melakukan kewajiban pembayaran oleh pihak kedua, hampir tidak ada referensi peraturan atau standart kontrak manapun yang mengatakan bahwa pembayaran hanya dapat dilakukan jika kontrak atau amandemen kontrak yang ada menunjukkan masa pelaksanaan yang masih “berlaku”. Maksud “berlaku” adalah bahwa saat akan dilakukan pembayaran adalah sebelum berakhirnya masa pelaksanaan.

Ternyata pemahaman masa berlaku kontrak masih menjadi suatu “kesalahan berjama’ah”. Terlalu banyak orang yang menganggap masa kontrak adalah masa pelaksanaan. Padahal masa kontrak adalah masa pelaksanaan + masa pemeliharaan. Dapat dilihat penjelasan lebih rinci pada tulisan lain (klik disini). Ini terdapat dalam banyak referensi dan peraturan. Sehingga kontrak seharusnya tetap berlaku walaupun masa pelaksanaan sudah habis. Kewajiban Para Pihak sesuai kontrak, wajib dilaksanakan sebelum berakhirnya masa kontrak tersebut.

Masa Berlaku Kontrak dan Pembayaran

Dalam hal pembayaran yang menjadi kewajiban pihak pertama, banyak sekali yang mengatakan bahwa harus dilakukan saat sebelum masa pelaksanaan berakhir. Hal ini terlihat ketika akan melaksanakan pembayaran, disyaratkan dokumen kontrak yang masih “berlaku” dimana masa pelaksanaan belum berakhir. Ini terutama terjadi pada instansi pemerintah dan BUMN. Padahal tidak satupun peraturan yang mensyaratkan bahwa pembayaran harus dilakukan dalam masa pelaksanaan. Apa yang salah?

Kewajiban pembayaran juga tidak pernah dikaitkan dengan masa kontrak sepanjang yang diketahui berdasarkan referensi manapun. Pembayaran adalah suatu kewajiban yang seharusnya dikaitkan dengan kontrak yang disepakati kedua pihak sebagai suatu perjanjian yang harus dipatuhi terlepas dari masa berlaku kontrak, bahkan ketika masa pemeliharaan berakhir. Hal ini karena tiap pihak yang mengikatkan diri dalam kontrak harus memenuhi segala kewajibannya berdasarkan kontrak termasuk kewajiban pembayaran.

Sebagai contoh kenapa kewajiban pembayaran harus lepas dari aspek masa berlaku kontrak adalah ketika akan melakukan pembayaran retensi yang dilakukan setelah masa pemeliharaan berakhir. Sesaat setelah masa pemeliharaan berakhir, pihak kedua akan mengajukan invoice retensi yang besarnya 5%. Lalu ketika diajukan, bukankah masa pemeliharaan sudah berakhir alias masa berlaku kontrak sudah expired? Tentu akan konyol gara-gara pemahaman bahwa pembayaran hanya dapat dilakukan ketika masa kontrak masih berlaku lantas dilakukan amandemen masa pemeliharaan lagi?

Kasus yang sering terjadi malah lebih parah, dimana pihak Pemilik mensyaratkan pembayaran fisik pekerjaan hanya dapat dilakukan ketika masih dalam masa pelaksanaan karena persepsi bahwa pembayaran harus dilakukan dalam masa berlaku kontrak yang dalam hal ini adalah sampai dengan masa pelaksanaan saja.

Sering terjadi kasus dimana pekerjaan terlambat sehingga melewati batas masa pelaksanaan, namun ketika akan menagih termijn, kontraktor diminta untuk mengurus amandemen waktu kontrak terlebih dahulu karena terbentur pada syarat tersedianya kontrak yang masa pelaksanaannya masih belum expired.

Jelas sekali problem disini adalah LACK of KNOWLEDGE akan aplikasi ketentuan kontrak. Seharusnya cukup dengan memperhatikan bahwa kontrak menyebutkan kewajiban pembayaran dan ketentuan pembayarannya, maka tagihan tersebut dapat dibayarkan tanpa memperhatikan aspek waktu apalagi batas masa pelaksanaan. Sadarilah bahwa masa pelaksanaan adalah batasan bagi pihak kedua dalam menyelesaikan pekerjaan, bukan akhir dari berlakunya kontrak.

 

Sumber: http://manajemenproyekindonesia.com/?p=2634

 
error: